Selasa, 15 November 2016

lyric lagu surat cinta untuk starla

LYRIC LAGU SURAT CINTA UNTUK STARLA

Rico Septa Dwi A
U.G
Ahmad Nasher

kutuliskan kenangan tentang
caraku menemukan dirimu
tentang apa yang membuatku mudah
berikan hatiku padamu

takkan habis sejuta lagu
untuk memceritakan cantikmu
kan teramat panjang puisi
tuk menyuratkan cinta ini

telah habis sudah cinta ini
tak lagi tersisa untuk dunia
karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu

aku pernah berpikir tentang
hidupku tanpa ada dirimu
dapatkah lebih indah dari
yang kujalani sampai kini

aku selalu bermimpi tentang
indah hari tua bersamamu
tetap cantik rambut panjangmu
meskipun nanti tak hitam lagi

bila habis sudah waktu ini
tak lagi berpijak pada dunia
telah aku habiskan
sisa hidupku hanya untukkmu

dan telah habis sudah cinta ini
tak lagi tersisa untuk dunia
karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu
untukkmu

hidup dan matiku
bila musim berganti
sampai waktu terhenti
walau dunia membenci
ku kan tetap disini

bila habis sudah waktu ini
tak lagi berpijak pada dunia
telah aku habiskan
sisa hidupku hanya untukkmu

bila habis sudah cinta ini
tak lagi tersisa untuk dunia
karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu
karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu

REFF : http://www.azliriklagu.com/2016/02/liriklagusuratcintauntukstarla.html

sahabat saya yang meninggal

SAHABAT YANG MENIGGAL
Rico Septa Dwi A
U.G
Ahmad Nasher

JAKARTA - Sebelum tewas tertabrak kereta api, Deni Ismar Maudi, pelajar kelas XI SMK Malaka, ikut bersama rombongan teman-temannya menyerang SMK Budi Murni, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dedi pun melakukan sejumlah perusakan di sekolah tersebut.Salah seorang pelajar SMK Malaka yang berhasil diamankan petugas Polsek Duren Sawit, FE (16), mengakui Deni dan beberapa pelajar menyerang SMK Budi Murni.

Usai melakukan perusakan, rombongan SMK Malaka mundur karena mendapat serangan balasan dari SMK Budi Murni.
"Tadi kami memang menyerang SMK Budi Murni, tapi karena jumlah kami kurang, akhirnya kami mundur," ujar FE, Selasa (19/8/2014).
Siswa SMK Malaka pun lari kocar-kacir melihat jumlah siswa SMK Budi Murni yang begitu banyak. Sebagian mencoba melarikan diri dengan menumpangi bus Metromini, sebagian lagi berlari ke arah perlintasan kereta yang tak jauh dari lokasi tawuran.
Nahas bagi Dedi yang tidak melihat kereta datang saat melewati perlintasan kereta di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di depan Perumahan Jatinegara Baru, Cakung, Jakarta Timur. Deni tewas tersambar kereta. 
"Saya tidak tahu kalau Dedi tertabrak kereta. Saya dapat kabar dari teman-teman lainnya," jelas FE.
Deni tewas di tempat dengan luka parah di bagian kepala. Jasad korban terseret hingga beberapa meter dari lokasi.

Sebab sekolah kami  SMK MALAKA menyerang SMK BUDI MURNI di karnakan anak anak smk budi mencoret coret tembok sekolah kami.
dan saya pun sangat kehilangan teman  saya pas di SMK kami selalu nongkrong bareng di warung mamih di pondok kopi.

sejarah the jak mania

SEJARAH THE JAKMANIA
Rico Septa Dwi A
U.G
Ahmad Nasher

The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap hari Selasa dan Jumat itu merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.[butuh rujukan] Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.[butuh rujukan]

Sejarah

The Jakmania saat sedang mendukung Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal pada saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.[butuh rujukan]
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, dan 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya[butuh rujukan], The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.

REFF : https://id.wikipedia.org/wiki/The_Jakmania

sejarah sheila on7

SEJAH SHEILA ON7
Rico Septa Dwi A
U.G
Ahmad Nasher

Sheila On 7 adalah grup musik Indonesia yang berdiri pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta.[1] Grup band ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta.[1] 5 Anggota di awal berdirinya adalah Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N' Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.
Sheila on 7 adalah salah satu grup musik populer Indonesia dengan personel Duta (Akhdiyat Duta Modjo, vokal), Eross (Eross Candra, gitar), Adam (Adam Muhammad Subarkah, bass), serta Brian (Brian Kresna Putro, drum). Grup yang berdiri di Yogyakarta, 6 Mei 1996 itu, awalnya bernama Sheila Gank yang diambil dari kata Sheila dari bahasa Celtic yang berarti musikal. Nama ini pun kemudian diubah menjadi On Seven, yang berarti tujuh tangga nada dalam musik. SO7 dalam perjalanan bermusik telah beberapa kali mengalami perubahan formasi. Pada Oktober 2004, Brian masuk menggantikan Anton yang dikeluarkan karena dianggap tidak disiplin. Kemudian pada Maret 2006, Sakti mundur untuk belajar di Pakistan. Album Sheila On 7 di antaranya, SHEILA ON 7 (1999), KISAH KLASIK UNTUK MASA DEPAN (2000), 07 DES (2002), OST. 30 HARI MENCARI CINTA (2003), PEJANTAN TANGGUH (2004), THE VERY BEST OF SHEILA ON 7 JALAN TERUS (2005), 507 (2006), MENENTUKAN ARAH (2008), BERLAYAR (2011), dan MUSIM YANG BAIK (2014) ini adalah album kedelapan, album terakhir dengan label Sony Music Entertainment Indonesia.

Sejarah

Berawal dari Adam dan Sakti yang memiliki band bernama "W.H.Y Gank" mengajak Duta ikut latihan band mereka untuk menjadi vokalis. Duta dipilih berbekal cerita Adam bahwa Adam dan Duta merupakan langganan pengisi acara 17 Agustus-an di komplek perumahan mereka, Duta menyanyi dan Adam bermain gitar akustik.[2]
Berbicara mengenai "W.H.Y Gank" saat itu, Adam dan Sakti masih sering bertukar posisi sebagai bassist dan guitarist tergantung dari lagu yang mereka bawakan. Namun kebetulan band yang beranggotakan Adam, Sakti, Duta, dan seorang drummer bernama Agung ini belum sempat mencicipi panggung musik. Mereka baru sebatas latihan di studio, meng-cover version lagu band-band ternama, dan ikut audisi/seleksi untuk bisa tampil di sebuah acara.
Setahun berselang setelah "W.H.Y Gank" sempat vakum beberapa waktu, berkenalanlah mereka dengan Eross (yang nantinya menjadi lead guitar mereka). Mereka berempat kemudian memutuskan untuk memulai sebuah band baru, dan bertemulah mereka dengan Anton sang pemain drum yang dikenalkan oleh Eross pada saat latihan pertama band ini di studio. Setelah latihan pertama selesai inilah mereka memutuskan untuk menamakan band ini dengan nama "Sheilagank", dan menjadikan tanggal 6 Mei 1996 sebagai hari lahir mereka.
"Sheilagank" sempat malang melintang di pensi-pensi dan festival band SMA se-Jateng DIY selama kurang lebih 2 tahun, hingga pertengahan tahun 1998 akhirnya mereka mendapatkan "kontrak rekaman" pertama mereka dengan pihak label Sony Music Entertaintment Indonesia. Mereka kemudian mengubah nama band mereka menjadi "Sheila On 7". Nama "Sheilagank" kemudian digunakan sebagai sebutan bagi pendengar setia karya-karya mereka. "Sheila" sebenarnya diambil dari nama teman SMA Eross yang juga adalah teman SD Adam dan Duta. Alkisah, saat pertama Adam dan Eross berkenalan dulu, Adam memanggil Eross dengan panggilan "temannya Sheila ya ?!", dan Eross pun menjawab "kamu temannya Sheila juga ya ?!", sehingga nama tersebut seringkali disebut dalam perbincangan mereka. Sedangkan "On 7" maksudnya adalah "pada 7 nada yaitu do-re-mi-fa-sol-la-si". Sehingga nama "Sheila On 7" kira-kira artinya adalah teman-temannya "Sheila" yang memainkan 7 nada / memainkan musik.
Sheila On 7 sejak awal kiprahnya di kancah musik Indonesia telah menorehkan banyak sekali prestasi, diantaranya menjadi satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik sebanyak lebih dari satu juta copy, tiga album berturut-turut. Lewat suksesnya album perdana Sheila On 7 (1999), yang dilanjutkan tiga album lainnya yang meledak di pasaran, Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000), Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki (2000) dan 07 Des (2002) . Mereka juga memiliki pendengar-pendengar setia di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Namun pada tahun 2004, mereka harus berpisah dengan Anton (drummer) dikarenakan tidak disipilin menurut sang manajer. Saat itu kemudian Brian masuk sebagai additional player mengisi posisi drummer yang ditinggalkan Anton. Brian tampil bersama Sheila On 7 di berbagai tour untuk promo album "Pejantan Tangguh". Album The Very Best of Sheila On 7 (2005) menjadi karier rekaman studio pertama Brian bersama Sheila On 7 sebagai additional drummer.
Pada tahun 2006, Sheila On 7 juga harus berpisah dengan Sakti karena ia mengundurkan diri di tengah-tengah proses rekaman album "507" dikarenakan keinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke Pakistan tak dapat dihentikan. Namun pada saat proses rekaman album "507" itu pulalah Sheila On 7 akhirnya mengangkat Brian menjadi drummer tetap Sheila On 7 hingga sekarang.

Gaya Musik

Sampai saat ini juga, mereka masih sulit untuk menyebut warna musik apa yang sebenarnya dimainkan. Tetapi satu hal yang jelas adalah bahwa mereka berkeyakinan untuk memainkan “Sheila music”, di mana ide-ide atau kreasi dalam bermusik dimunculkan secara spontan dan menampilkan lirik-lirik yang gampang dicerna serta konsep musik yang sederhana.
Pada awal berdirinya grup ini bernama "Sheila". Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata "Gank", hingga jadilah "Sheila Gank". Namun karena masalah sense, akhirnya nama mereka berganti menjadi "Sheila on 7", "on 7" berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).
Sejak awal grup ini mencoba untuk tampil secara profesional. Dimulai dengan keterlibatan mereka dalam beberapa pentas musik, festival maupun pertunjukan komersial di DIY dan Jawa Tengah, baik di lingkup sekolah, kampus, serta panggung umum. Satu hal yang cukup meyakinkan dan membanggakan adalah keikutsertaan mereka dalam program indie label “Ajang Musikal” (Ajang Musisi Lokal) pada tahun 1997 milik Radio Geronimo 106.1 FM & G-Indie Production yang di inisiasi oleh Teuku Dalin di Yogyakarta, di mana program ini adalah program sindikasi radio yang disiarkan oleh hampir 90 radio swasta di tanah air. Ajang Musikal adalah program radio yang menyiarkan lagu-lagu karya sendiri dari band-band lokal yang belum pernah rekaman komersial.
Dalam program ini mereka mendapat respons yang sangat positif, di mana request dari para pendengar untuk lagu karya mereka sendiri yaitu Kita, menempatkan mereka selama 3 bulan berturut-turut di tangga lagu Ajang Musikal G-Indie 10 pada bulan Maret, April, dan Mei 1997. Seperti yang di katakan oleh Teuku Dalin: "Sheila Gank punya talenta di mana mereka berani menyodorkan lagu-lagu original di panggung lokal, meskipun saat itu masih sepi tepukan, saya yakin mereka adalah trigger bagi grup-grup band di Jogja untuk dapat tiket rekaman komersial di major label. Menunjuk pada hal tersebut, "Sheila on 7" mampu untuk merefleksikan dirinya dan menjadikannya sebagai tolak ukur untuk ke jenjang yang lebih atas lagi yakni rekaman komersial. Dengan penuh keyakinan pula, Sheila on 7 memberanikan diri untuk menawarkan demotape serta proposal ke label Sony Music Indonesia, dan akhirnya kesempatan pun datang dengan dikontraknya Sheila on 7 untuk 8 album dengan sistem royalti.

iskografi

Tahun rilis Judul
1999 Sheila on 7 / Anugerah Yang Terindah Yang Pernah Kumiliki (rilis tahun 2000 - versi Malaysia/Singapura)
2000 Kisah Klasik Untuk Masa Depan
2002 07 Des
2003 Ost. 30 Hari Mencari Cinta
2004 Pejantan Tangguh / Pria Terhebat (rilis tahun 2005 - versi Malaysia/Singapura)
2005 The Very Best Of Sheila On 7: Jalan Terus
2006 507
2008 Menentukan Arah
2011 Berlayar
2014 Musim Yang Baik

Filmografi

Personel

Anggota tetap
Mantan anggota
Additional Player
  • Harry Goro - drummer (pernah 1-2 kali tampil di era Anton masih drummer tetap)
  • Kiki "Es Nanas / Cannonball" - drummer (pernah 1-2 kali tampil di era Anton masih drummer tetap)
  • Ferry "EFKA" Kurniawan - keyboardis & gitaris (akustik di "Kita" live) (2006–sekarang)
  • Prisa Adinda Arini Rianzi - gitaris, backing vocal (era promo album 507, 2006)
  • Risky Santoso / Risky Shady - gitaris,dari Band Niwa Shady (2006-2007)
  • Elang Nuraga - gitaris,dari Band The Finest Tree (2012)
  • Angga Pangestika - gitaris, backing vocal ( tampil pada tour 2010 )

Prestasi Sheila on 7

  • Double Platinum Award (1st Album) - Sony Music Asia ( agustus 1999)
  • Favorite Video Clip "DAN" - VMI Viewer's Choice ( agustus 1999)
  • Video Favorite VIFA MTV Ampuh “Dan” ( september 1999)
  • Favorite Band - MUMU Reader's Choice ( september 1999)
  • Band Terpanjang - Kawanku Award 1999 (oktober 1999)
  • Video Favorite VIFA MTV Ampuh “Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki” ( Oktober 1999)
  • Best Song "DAN" of Pop Category - Anugerah Musik Indonesia (november 1999)
  • Best Producer Sheila on 7-Anugerah Musik Indonesia (november 1999)
  • Best Video Clip "DAN" - Panasonic Award (november 1999)
  • Album Paling Berkilau “Sheila on 7” versi tabloid Bintang Indonesia (november 1999)
  • 10 Bintang Potensial versi tabloid Bintang Indonesia (november 1999)
  • Best Rock Group - HAI Magazine Music Polling (desember 1999)
  • Best New Comer Group - HAI Magazine Music Polling (desember 1999)
  • Best Song "DAN" - HAI Magazine Music Polling (desember 1999)
  • Best Album "Sheila On 7" - HAI Magazine Music Polling (desember 1999)
  • Best Model video “Anugrah Terindah yang pernah Kumiliki” HAI Magazine Music Polling (desember 1999)
  • Song Of the Year Mtv Ampuh “Dan” (Januari 2000)
  • Best New Artist - MTV VMA (Juni 2000)
  • Best New Artist - Kabar Kabari (Juli 2000)
  • 7 Platinum and Special Super Achievement Award (1st Album) - Sony Music Asia(august 2000)
  • The Rocketeer Award - Clear Top 10 Award (september 2000)
  • Band Terlalu - Kawanku Award 2000 (september 2000)
  • The 10 Best Millenist - Bintang Millenia (desember 2000)
  • Bintang MUMU 2000 - Tabloid musik MUMU (desember 2000)
  • Song Of the Year Mtv Ampuh “Dan” (Januari 2001)
  • Best Pop Group - HAI Magazine Music Polling (januari 2001)
  • Most Favorite Band - Musikamu Polling (januari 2001)
  • No.1 Hits of the World “Kisah klasik Untuk Masa Depan” Billboard chart Malaysia(Februari 2001)
  • Video klip terbaik Bulanan “Sephia” VMI 2001
  • Video klip favorit Bulanan “Sephia” VMI 2001
  • Platinum Award (2nd Album) - Sony Music Malaysia (maret 2001)
  • Best Pop Band - PAMI Award (maret 2001)
  • Ten Times Platinum - Sony Music Indonesia (mei 2001)
  • Most Favorite Band or Group or Duo - Penghargaan MTV Indonesia 2001(juni 2001)
  • Best Model Clip “Sephia” MTV Video Music Awards 2001
  • Band Paling Ngetop - SCTV Award 2001 (Agustus 2001)
  • The Coolest Duo or Group - Clear Top 10 Award (September 2001)
  • The Fabulous Album "Kisah Klasik Untuk Masa Depan" - Clear Top 10 Award (September 2001)
  • Lagu Terbaik "SEPHIA" Kategori Pop Progressive - AMI SHARP AWARD 2001 (Oktober 2001)
  • Lagu Terbaik "SEPHIA" Kategori Best Of The Best - AMI SHARP AWARD 2001 (Oktober 2001)
  • Lagu anak-anak terbaik "Jangan takut gelap" feat Tasya AMI SHARP AWARD 2001 (Oktober 2001)
  • Penyanyi anak-anak terbaik "Jangan takut gelap" feat Tasya AMI SHARP AWARD 2001(Oktober 2001)
  • Anugerah Khas Bintang Popular - Anugerah Bintang Popular Malaysia 2001 (November 2001)
  • Bintang Paling Berkilau 2001Tabloid Bintang Indonesia 2001
  • Album Paling Berkilau 2001 “Kisah klasik untuk masa depan” Tabloid Bintang Indonesia 2001
  • Band Terlempar - Kawanku Award 2001 (Desember 2001)
  • Duo/Kumpulan Paling Popular - Anugerah Planet Music 2002 di Singapore (Januari 2002)
  • Penerima Royalty Tertinggi Di Indonesia dari Yayasan Karya Cipta Indonesia (Juni 2002)
  • Tokoh Pengangkat Citra Yogya "Sheila On 7"Anugerah Andrawina Kedaulatan Rakyat 2002
  • Album Pop terbaik 07 des AMI AWARDS 2002
  • Album Rekaman Terbaik 07 des AMI AWARDS 2002
  • Penata rekaman terbaik "Seberapa Pantas" Sheila On 7 AMI AWARDS 2002
  • Produser Rekaman terbaik "Seberapa Pantas" Sheila On 7 AMI AWARDS 2002
  • Album Paling Berkilau 2002 “07 des” Tabloid Bintang Indonesia 2002
  • Vokal pilihan berkumpulan/Duo - Anugerah Era Malaysia 2003 (Januari 2003)
  • Penyanyi/Band Paling Ngetop SCTV Music Awards 2003 (April 2003)
  • Lagu Paling Ngetop "Seberapa Pantas" SCTV Music Awards 2003 (April 2003)
  • Video Klip Paling Ngetop "Seberapa Pantas" SCTV Music Awards 2003 (April 2003)
  • Kumpulan Paling Popular ANUGERAH PLANET MUZIK MALAYSIA 2003
  • Duo/Kumpulan Terbaik ANUGERAH PLANET MUZIK MALAYSIA 2003
  • Album terbaik (07 Des) ANUGERAH PLANET MUZIK MALAYSIA 2003
  • Best Pop Act -Polling Musik Majalah HAI 2004
  • Best Album "07 Des" Polling Musik Majalah HAI 2004
  • Lagu Pop Alternatif terbaik "Pejantan Tangguh" AMI AWARDS 2004
  • Group Pop Alternatif Terbaik " Pejantan Tangguh" AMI AWARDS 2004
  • Album Pop Alternatif terbaik" Pejantan Tangguh" AMI AWARDS 2004
  • Album Terbaik (Best of the best)" Pejantan Tangguh" AMI AWARDS 2004
  • Lagu Original Motion Picture Terbaik “Melompat Lebih Tinggi” AMI AWARDS 2004
  • Peramu Rekaman Terbaik "Pejantan Tangguh" AMI AWARDS 2004
  • Produser Rekaman Terbaik "Pejantan Tangguh" AMI AWARDS 2004
  • Album Paling Berkilau 2004 “30 Hari Mencari Cinta” Bintang Indonesia 2004
  • Best Video klip " Pejantan Tangguh" Polling Majalah HAI 2005
  • Duo/Kumpulan Terbaik ANUGERAH PLANET MUZIK SINGAPURA 2005
  • Lagu Terbaik (Berhenti Berharap) ANUGERAH PLANET MUZIK SINGAPURA 2005
  • Album Indonesia Terbaik (30 Hari Mencari Cinta) Anugerah Industri Muzik MALAYSIA 2005
  • Break the Record MURI Launching album serentak di 100 radio di Indonesia 2006
  • Penghargaan Sebagai Pencipta Lagu Nasional "Bendera"-Eross Chandra- KemMenpora 2006
  • Gitaris terbaik “Eross Chandra” TAKE AMI AWARDS 2006
  • 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa "Sheila on 7" Rolling Stone Indonesia 2007
  • 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa "Dan" Rolling Stone Indonesia 2009
  • 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa "Bendera" Rolling Stone Indonesia 2009
  • 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa "Melompat Lebih Tinggi" RollingStone 2009
  • Pemenang Class Music Heroes –Talk Less Do More Award 2009
  • The 50 Greatest Indonesian Drummers “Brian Kresno Putro” Rollingstone Indonesia (November 2010)
  • Best Pop Group - Polling Musik Hai 2010
  • Platinum Award album ” Berlayar” Sony Music Indonesia 2011
  • Best Album “Berlayar” Polling Musik Hai 2011
  • Best Album 2011 "Berlayar" Rollingstone Indonesia Desember 2011
  • Gitaris Indonesia pertama yang merilis Gitar Fender Signature “Eross Chandra” (Maret 2012)
  • Best Band/Group/Duo of The Year NET 2.0 INDONESIAN CHOICE AWARDS 2015
  • Best Album of The Year "Musim Yang Baik" NET 2.0 INDONESIAN CHOICE AWARDS 2015
  • Best Song of The Year "Lapang Dada" NET 2.0 INDONESIAN CHOICE AWARDS 2015

Video klip musik

Referensi

  1. ^ a b "Sheila On 7: Sebuah Kisah Klasik". Rolling Stone Indonesia. 2015-02-04. Diakses tanggal 2016-25-01.
  2. ^ Sheila on 7 Official Website https://www.sheilaon7.com/history. Diakses tanggal 2016-25-01.

Pranala luar



REFF : https://id.wikipedia.org/wiki/Sheila_on_7

biografi Ismed Sofyan

BIOGRAFI ISMED SOFYAN
Rico septa Dwi A
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher

Ismed Sofyan (lahir di Manyak Payed, Aceh Tamiang, 28 Agustus 1979; umur 37 tahun) adalah pemain Persija dan tim nasional Indonesia. Posisi utamanya adalah bek kanan walaupun ia mampu juga bermain sebagai bek sayap kiri, pengatur serangan (playmaker), gelandang bertahan atau penyerang. Ismed Sofyan dianggap mempunyai kelebihan pada tendangan bebasnya yang terukur serta umpan silangnya yang akurat. Ia dijuluki Sergio Ramos Indonesia.


Prestasi

Negara

Indonesia U-18
  • Asian Schools Championship (1): 1996
Indonesia

Bintang iklan

 REFF : https://id.wikipedia.org/wiki/Ismed_Sofyan

biografi Bambang Pamungkas

BIOGRAFI BAMBANG PAMUNGKAS
Rico Septa Dwi A
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
Bambang Pamungkas (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 10 Juni 1980; umur 36 tahun), juga dikenal sebagai Bepe, adalah pemain sepak bola Indonesia yang bermain untuk Persija Jakarta di Liga Super Indonesia dan Tim nasional sepak bola Indonesia. Posisi alami nya adalah striker. Bambang membuat namanya di sepak bola Asia Tenggara ketika ia mencetak satu-satunya gol untuk Indonesia di Piala Tiger 2002 semifinal melawan Malaysia,[2] dan merupakan pencetak gol terbanyak turnamen dengan delapan gol.[3]
Bambang dianggap memiliki header bola yang luar biasa, dan memiliki reputasi untuk ketajaman di kotak penalti.[4] Dia adalah pemain Indonesia yang paling banyak mengoleksi caps dan pencetak gol, dengan 85 caps dan 37 gol. Dia adalah pemain yang paling populer di tim nasional Indonesia.[5]
Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuat Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.

Karier profesional

Bambang menjaringkan 24 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.
Pada tahun 2005 Bambang menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Pada tahun itu dia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Malaysia dengan 22 gol. Pada Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia.
Pada tahun 2010 ia hendak menjalani masa trial di Selandia Baru, klub Wellington Phoenix FC. tetapi gagal untuk mengamankan kontrak.[6]
Pada 9 Desember 2013, ia menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan Pelita Bandung Raya.[7] Dia mencetak 2 gol debut bagi klubnya saat melawan Persija dan pertandingan berakhir dengan hasil imbang.[8]

Karier Internasional

Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.
Pada tahun 2002, Bambang menjadi pencetak gol terbanyak dengan 8 gol dari 6 penampilan sekaligus membantu Indonesia menjadi juara kedua Piala Tiger 2002. Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia-Bahrain, ia mencetak gol, memastikan Indonesia menang 2-1.
Saat ini Bambang menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak (caps) dan Top Skorer untuk Indonesia dengan 77 penampilan dan 36 gol sesuai dengan pertandingan katagori A FIFA. Tetapi jika mengikutkan pertandingan Non-FIFA (termasuk melawan Klub dan Tim Nasional U-23) maka penampilan Bambang adalah 88 dengan 42 gol.
Pada tanggal 1 April 2013, Bambang Pamungkas menyatakan pensiun dari Timnas Indonesia


Kontroversi

Pada tanggal 18 Desember 2011, setelah pertandingan antara Sriwijaya dan Persija Jakarta, Bambang, Ismed Sofyan, dan Leo Saputra terlibat dalam serangan terhadap Hilton Moreira di hotelnya, diduga dipicu oleh perilaku Hilton selama pertandingan.[9]
Bambang adalah salah satu pendukung dan penggiat untuk kesejahteraan pemain dan hak-hak di Indonesia.[10]

Kehidupan pribadi

Bambang menikah dengan Tribuana Tungga Dewi, dengan dia ia memiliki tiga anak: Salsa Alicia, Jane Abel Syaura Abana dan. Kedua bungsu berumur 7 tahun. Ia awalnya tidak punya pikiran untuk menjadi pesepak bola. Dia suka membaca dan memasak, dan memiliki ambisi untuk menjadi seorang guru atau koki setelah karier sepak bola nya selesai.[11]
Bambang mencurahkan sebagian waktu luangnya untuk kegiatan amal, mempromosikan Yayasan Bambang Pamungkas bahwa ia dibentuk untuk memberikan bantuan keuangan dan sumber daya untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Dia juga terlibat dalam penggalangan dana bagi badan amal kanker anak-anak.

Public figure

Sebagai seorang tokoh terkenal publik, Bambang telah muncul dalam dukungan banyak produk, termasuk untuk Biskuat, Ti Phone, Nike, dan Bodrex.
Bambang telah menulis sebuah buku dalam bahasa Indonesia, Ketika Jemariku Menari, berkaitan hidupnya, kariernya, dan rekan tim di klub dan tingkat nasional, khususnya selama kampanye 2010 AFF. Mantan manajer tim nasional Indonesia Ivan Venkov Kolev berkomentar dalam buku itu adalah Bambang "Satu striker langka di Indonesia. Komitmen dan profesionalisme adalah keunggulan dari pemain lainnya dan langka di Indonesia".[12] Pamungkas telah dipilih sebagai pembawa obor untuk Olimpiade 2012 api lintas melalui Calderdale pada tanggal 24 Juni 2012.[13]

Perjalanan karier

Prestasi

Prestasi Klub

Prestasi Negara

Prestasi Individu

REFERENSI : https://id.wikipedia.org/wiki/Bambang_Pamungkas

Kamis, 10 November 2016

Agama dan Iptek

AGAMA DAN IPTEK
                                                                    Ilmu Sosial Dasar

Rico Septa Dwi
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher


Hubungan Antara Agama dan IPTEK

Perkembangan IPTEK, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan IPTEK (Agus,1999). Agama yang dimaksud disini ialah agama Islam, yaitu agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhamad SAW, untuk mengatur manusia dengan penciptannya (dengan aqidah dan aturan ibadah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (dengan aturan akhlak, makanan, dan pakaian), dan hubungan manusia dengan manusia lainya (dengan aturan mu’amalah dan uqubat/ sistem pidana). (An-Nabhani, 2001)

Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang melandasi hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) paradigma hubungan antara agama dan IPTEK, (yahya Farghal, dikutip dalam M. Shiddiq Al jawi 2005), yaitu:

a.    Paradigma Sekuler
Paradigma Sekuler yaitu paradigma yang memandang agama dan IPTEK terpisah satu sama lain. Sebab dalam ideologi sekularisme bbgarat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din and al-hayah). Agama tidak dinafikan eksistensinya, tetapi hanya dibatasi peranannya dalam hubungan pribadi manusia dengan Tuhannya. Agama tidak mengatur hal umum atau publik, maka dari itu paradigma ini memandang agama dan IPTEK tidak bisa dicampuri dan mengintervensi yang lainya. Agama dan IPTEK sama sekali terpisah baik secara otonologis (berkaitan dengan pengertian atau hakikat suatu hal), epistemologis (berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan), dan aksiologis (berkaitan dengan cara menerapkan pengetahuan).

 b.    Paradigma Sosialis
Paradigma Sosialisyaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafsirkan eksitensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada dus, tidak ada hubungan dan kaitan apapun dengan IPTEK. Iptek bisa berjalan secara idependen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler diatas, tapi lebih ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu dinafikan keberadaanya, tapi hanya dibatasi paranannya dalam hubungan vertikal manusia-tuhan. Sedangkan dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (in-exist)dan dibuang sama sekali dari kehidupan.

          Berdasarkan paradigma inilah agama tidak ada sangkut pautnya dengan IPTEK. Seluruh bangunan ilmu pengetahuan dalam paradigma sosialisdi dasarkan pada ide dasar materialisme, khususnya materialisme dialektis.

c.    Paradigma Islam
Paradigma Islam yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam yang terwujud dalam apa-apa yang terdapat dalam Al-quran dan Al-hadist menjadi idah fikrinya (landasan fikiran), yaitu suatu asas yang diatasnya dibangun seluruh bangunan fikiran dan ilmu pengetahuan manusia (An-nabhani, 2001)

Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan aqidah Islam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini bisa kita pahami dari ayat yang pertama kali turun (artinya):
“Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan”. (QS. Al-Alaq [96]: 1)

Ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari aqidah Islam, karena iqra haruslah dengan bismirabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas aqidah Islam (Al-Qashash, 1995: 81).

Paradigma Islam ini menyatakan bahwa kata putus dalam ilmu pengetahuan bukan berada pada pengetahuan atau filsafat manusia yang sempit, melainkan berada pada ilmu Allah yang mencakup dan meliputi segala sesuatu ( Yahya Farghal, dikutip dalam M.siddiq Aljawi 2005). Firman Allah SWT:
Artinya: “Dan adalah (pengetahuan) Allah maha meliputi segala sesuatu”. (QS. Anisaa [4]: 126).

Itulah paradigma yang dibawa Rasulullah SAW (w. 632 M) yang meletakan aqidah Islam yang berasas Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah SAW sebagai asas ilmu pengetahuan. Beliau mengajak, memeluk aqidah islam lebih dulu, lalu setelah itu menjadikan aqidah tersebut sebagai pondasi dan standar bagi berbagai ilmu pengetahuan. Dengan jelas kita tahu bahwa Rasulullah SAW telah meletakan aqidah Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan, sebab beliau menjelaskan, bahwa fenomena alam adalah tanda keberadaan dan kekuasaan Allah, tidak ada hubungannya dengan nasib seseorang. Hal ini sesuai dengan aqidah muslim yang tertera dalam Al-Quran:
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal”.(QS. Al-Imran [3]: 190).

Inilah paradigma Islam yang menjadikan aqidah Islam sebagai dasar segala pengetahuan seorang muslim. Paradigma inilah yang telah mencetak muslim-muslim yang taat dan soleh, tetapi sekaligus cerdas dalam IPTEK. Itulah hasil dan prestasi cemerlang dari paradigma Islam ini yang dapat dilihat pada masa kejayaan IPTEK dunia Islam antara tahun 700-1400 M. Pada masa inilah dikenal nama Jabir bin Hayyan (w. 721) sebagai ahli kimia termasyhur, Al-Khawarzmi (w. 780) sebagai ahli matematika dan astronomi, Al-Battani (w. 858) sebagai ahli astronomi dan matematika, Al-Razi (w. 884) sebagai pakar kedokteran Ophtamologi, dan kimia. Tsabit bin Qurrah (w. 908) sebagai ahli kedokteran dan tekhnik, dan masih banyak lagi (tentang kejayaan IPTEK dunia Islam, lihat misanya: M. Natsir Arsyad, 1992; Hossein Bahreisj, 1995; Ahmed dkk, 1999; Eugene A. Myres 2003; A. Zahoor, 2003; Gunadi dan Shoelhi, 2003).


KESIMPULAN :  Perkembangan IPTEK, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan IPTEK (Agus,1999), Agama yang dimaksud disini ialah agama Islam, yaitu agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhamad SAW, untuk mengatur manusia dengan penciptannya (dengan aqidah dan aturan ibadah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (dengan aturan akhlak, makanan, dan pakaian), dan hubungan manusia dengan manusia lainya (dengan aturan mu’amalah dan uqubat/ sistem pidana)

Paradigma Sekuler yaitu paradigma yang memandang agama dan IPTEK terpisah satu sama lain. Sebab dalam ideologi sekularisme bbgarat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din and al-hayah).

Paradigma Sosialis yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafsirkan eksitensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada dus, tidak ada hubungan dan kaitan apapun dengan IPTEK.

Paradigma Islam yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan.
Paradigma Islam ini menyatakan bahwa kata putus dalam ilmu pengetahuan bukan berada pada pengetahuan atau filsafat manusia yang sempit, melainkan berada pada ilmu Allah yang mencakup dan meliputi segala sesuatu ( Yahya Farghal, dikutip dalam M.siddiq Aljawi 2005). Firman Allah SWT:
Artinya: “Dan adalah (pengetahuan) Allah maha meliputi segala sesuatu”. (QS. Anisaa [4]: 126).


REFFERENSI : langkahpembelajaran.com/2015/03/paradigma-hubungan-antara-agama-dan.html